![]() |
Malpraktik dan Klaim BPJS Bermasalah di RSUD MTh Djaman Sanggau, Pasien Meninggal Dunia. |
Sanggau, IndoKalbarNews.com - Dugaan malpraktik serta penyimpangan klaim dana BPJS Kesehatan mencuat di RSUD MTh Djaman Sanggau. Kasus ini menimpa seorang pasien asal Kecamatan Bonti yang akhirnya meninggal dunia setelah mengalami serangkaian kendala dalam penanganan medis.
Indra, perwakilan keluarga pasien, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Ia menilai buruknya pelayanan diduga akibat ulah oknum dokter spesialis jantung yang melakukan tindakan medis tanpa kesiapan fasilitas yang memadai.
Menurut Indra, pamannya sempat menjalani tindakan pemasangan ring jantung di RSUD MTh Djaman. Namun, tindakan tersebut gagal dengan alasan keterbatasan peralatan.
“Seharusnya sebelum tindakan dilakukan, dokter sudah memastikan kesiapan alat. Ini menyangkut nyawa manusia, jangan sampai seperti coba-coba yang berujung dugaan malpraktik,” ujarnya, Minggu (19/4).
Setelah kegagalan tersebut, pihak keluarga memutuskan merujuk pasien ke RSUD Soedarso untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Namun, harapan keluarga pupus. Setibanya di RSUD Soedarso, pasien tidak dapat langsung ditangani karena status BPJS disebut telah diklaim oleh RSUD MTh Djaman, meskipun tindakan sebelumnya dinyatakan gagal.
Tidak puas dengan kondisi tersebut, keluarga melaporkan kejadian ini ke pihak BPJS Kesehatan di Pontianak. Setelah dilakukan penelusuran, BPJS membenarkan bahwa klaim tindakan pemasangan ring jantung telah diajukan oleh RSUD MTh Djaman, yang menjadi alasan RSUD Soedarso tidak dapat melanjutkan tindakan medis.
“Pihak BPJS meminta waktu sekitar tiga hari untuk berkoordinasi dengan RSUD Sanggau. Jika dinyatakan gagal, seharusnya tindakan bisa dilanjutkan di Soedarso,” jelas Indra.
Namun, sebelum persoalan tersebut terselesaikan dan pasien mendapatkan penanganan lanjutan, nyawa pasien tidak tertolong.
Keluarga korban pun menyampaikan kekecewaan mendalam atas rangkaian kejadian tersebut, mulai dari dugaan kegagalan tindakan medis hingga persoalan klaim BPJS yang menghambat penanganan lanjutan.
“Kami sangat menyesalkan pelayanan ini. Kami berharap aparat penegak hukum dapat turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak ada lagi pasien yang menjadi korban,” tegas Indra.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD MTh Djaman Sanggau belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
