![]() |
Puluhan Petugas Kebersihan Mogok Kerja di PLBN Entikong, Gegara Gaji Belum Dibayar |
Entikong, IndoKalbarNews.com – Aktivitas kebersihan di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong sempat terganggu setelah puluhan pekerja cleaning service dan tukang kebun menghentikan pekerjaan mereka pada Rabu (11/03/2026). Aksi terburuk kerja ini dipicu oleh belum dibayarnya gaji bulan Februari 2026 yang seharusnya mereka terima pada awal Maret.
Sebanyak 28 petugas cleaning service dan 16 tukang kebun memilih tidak bekerja sebagai bentuk protes terhadap keterlambatan pembayaran upah. Para pekerja menilai kondisi tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya ketika sistem penggajian masih dikelola langsung oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
Pengawas cleaning service Sanusi dan pengawas tukang kebun Ismail mengatakan para pekerja sebenarnya masih memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji mereka.
“Kami memberi waktu sampai hari ini untuk pembayaran gaji. Kalau sampai hari ini belum juga dibayar, besok kami akan melakukan aksi pemaksaan di sekitar kawasan PLBN Entikong,” ujar Ismail.
Para pekerja menyebut keterlambatan pembayaran mulai terjadi setelah pengelolaan tenaga kerja dialihkan kepada pihak ketiga. Sebelumnya, pembayaran gaji disebut selalu dilakukan tepat waktu setiap awal bulan.
“Dulu waktu masih ditangani langsung oleh PLBN atau BNPP, kami biasa menerima gaji di awal bulan. Tapi mulai Februari ini gaji kami belum juga dibayar sampai tanggal 11,” kata salah satu pekerja.
Konfirmasi ke Pihak PLBN
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Bidang Keamanan dan Kebersihan PLBN Entikong Fanji Hermansyah membenarkan bahwa aksi penandatanganan kerja tersebut dipicu oleh keterlambatan pembayaran gaji bulan Februari.
Menurutnya, saat ini sistem pembayaran gaji petugas kebersihan dan tukang kebun sudah tidak lagi ditangani langsung oleh pihak PLBN.
“Pembayaran gaji sekarang sudah diambil alih oleh pihak ketiga, yaitu perusahaan yang mengelola tenaga kerja tersebut,” jelas Fanji.
Ia menambahkan bahwa pihak PLBN juga tidak memiliki kewenangan langsung dalam proses pembayaran karena komunikasi antara perusahaan pihak ketiga dengan para pekerja dilakukan melalui koordinator lapangan.
“Dari kami sebenarnya tidak ada komunikasi langsung dengan pihak ketiga. Mereka biasanya berkoordinasi dengan koordinator pekerja, yaitu Pak Sanusi dan Pak Ismail,” ujarnya.
Meski begitu, Fanji menyarankan agar tetap berupaya meminta para pekerja untuk kembali bekerja agar operasional kebersihan di kawasan perbatasan tetap berjalan.
"Kami tetap mengusahakan mereka masuk bekerja seperti biasa. Informasinya hari ini pembayaran akan segera cair karena di beberapa PLBN lain sudah ada yang membayar," katanya.
Dampak di Kawasan
Aksi penghentian kerja ini mulai berdampak pada kondisi kebersihan di beberapa titik kawasan PLBN Entikong. Sejumlah area terlihat mulai terisi sampah yang belum tertangani karena tidak adanya petugas yang bekerja.
Situasi tersebut menjadi sorotan karena PLBN Entikong merupakan salah satu gerbang utama transportasi masyarakat dan aktivitas ekonomi antara Indonesia dan Malaysia.
Selain itu, keterlambatan pembayaran gaji juga terjadi di tengah bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan ekonomi para pekerja meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami hanya menuntut hak kami. Kami punya keluarga yang harus dihidupi, apalagi sekarang bulan puasa dan sebentar lagi Lebaran,” kata Ismail mewakili para pekerja.
Fanji menegaskan bahwa pihak PLBN tetap berupaya mengawali persoalan ini agar segera diselesaikan oleh perusahaan pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pengelolaan tenaga kerja tersebut.
“Dari pihak PLBN kami terus mengawali komunikasi dengan pihak ketiga agar gaji para pekerja bisa segera mengungkapnya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan pihak ketiga yang menangani pengelolaan tenaga kerja cleaning service dan gardener di kawasan PLBN Entikong terkait keterlambatan pembayaran gaji tersebut.
