![]() |
| Anak Kampung Sejak Kecil Diajarkan Pandai Panen Padi |
Kalbar, IndoKalbarNews.com – Tradisi bertani masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Sejak usia dini, anak-anak di kampung sudah diajarkan mengenal alam dan pekerjaan orang tua mereka, termasuk cara memanen padi secara tradisional.
Ngetam padi atau yang biasa dikenal dengan panen padi merupakan kegiatan mengambil hasil padi dari ladang atau sawah dengan cara tradisional, yakni memetik dan memotong helaian tangkai padi secara manual. Cara ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman karena dianggap lebih teliti dan menjaga kualitas hasil panen.
Di sebuah ladang yang tengah memasuki masa panen, tampak seorang gadis kecil ikut belajar memetik bulir-bulir padi. Dengan penuh semangat, ia mengikuti arahan orang-orang dewasa di sekitarnya. Meski usianya masih belia, semangatnya untuk belajar terlihat jelas saat ia memegang tangkai padi dan memotongnya dengan hati-hati.
Gadis kecil tersebut bernama Oktobertra Bunga Gerbera. Ia diajarkan secara perlahan bagaimana cara memilih padi yang sudah menguning dan siap dipanen. Proses ini bukan hanya tentang memetik hasil, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, kesabaran, dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan melalui alam.
Bagi masyarakat kampung, mengajarkan anak-anak terlibat dalam kegiatan panen bukan semata-mata untuk bekerja, melainkan sebagai bentuk pendidikan karakter dan pelestarian tradisi turun-temurun. Anak-anak dikenalkan pada proses bertani agar mereka memahami asal-usul makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Momentum panen padi pun menjadi ajang kebersamaan. Warga saling membantu, bercengkerama, dan berbagi cerita di tengah hamparan sawah yang menguning. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan inilah yang menjadi kekayaan budaya masyarakat desa.
Dengan mengenalkan kegiatan bertani sejak dini, diharapkan generasi muda tetap menghargai warisan leluhur serta tidak melupakan akar budaya mereka sebagai masyarakat agraris.
