![]() |
| Warga Sekayam Temukan Mayat Pria Mengapung di Sungai Sekayam, Ini Penyebabnya! |
SANGGAU, IndoKalbarNews.com – Warga Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di Sungai Sekayam, Dusun Sei Sadong, Desa Pengadang, Jumat (30/1/2026) sore.
Informasi penemuan mayat tersebut pertama kali diterima Polsek Sekayam sekitar pukul 16.30 WIB dari masyarakat setempat. Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., bersama personel piket Regu II langsung mendatangi lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Marjono (49), warga Dusun Sei Sadong, Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam. Korban berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, dan sehari-hari bekerja sebagai petani atau pekebun.
Penemuan mayat pertama kali disaksikan oleh Muhammad Mujahidil Gaza (17), seorang pelajar yang saat itu pulang dari kebun sawit menggunakan sampan. Sekira pukul 15.40 WIB, saksi melihat tubuh korban mengapung di Sungai Sekayam. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Wilayah Dusun Sei Sadong, Elis Maya Sari, serta warga setempat.
Setelah memastikan kebenaran informasi tersebut, Kepala Wilayah segera menghubungi Polsek Sekayam. Petugas kepolisian kemudian tiba di lokasi untuk melakukan tindak lanjut dan proses evakuasi.
Sekitar pukul 16.45 WIB, jenazah korban dievakuasi lebih dahulu oleh Muhammad Yusuf, pihak keluarga korban, karena keluarga telah mengenali jenazah tersebut. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah kakak kandungnya, Siti Dahlia. Pada pukul 17.30 WIB, jenazah kembali dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Balai Karangan menuju Rumah Sakit Temenggung Gergaji untuk dilakukan visum.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dari para saksi, diketahui bahwa pada Jumat pagi sebelum kejadian, korban sempat memperbaiki mesin air di tepi sungai. Mesin tersebut menggunakan aliran listrik dan diduga mengalami kerusakan atau konsleting. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik lalu terjatuh ke sungai.
Pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. Rencananya, jenazah almarhum Marjono dimakamkan pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Muslim Dusun Sei Sadong, Desa Pengadang.
Selama proses evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian, situasi berlangsung aman, kondusif, dan terkendali. Polsek Sekayam juga telah berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Sanggau serta pihak rumah sakit terkait pelaksanaan visum.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian merekomendasikan agar Bhabinkamtibmas memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait keselamatan kerja, khususnya penggunaan peralatan listrik di sekitar sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(Dok. Polsek Sekayam)
