![]() |
Wabup Susana Tegaskan Empat Pilar Kebangsaan Jadi Benteng Persatuan di Sanggau |
SANGGAU,IndoKalbarNews.com – Persatuan dan keberagaman menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sanggau. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., membuka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Penguatan 4 Pilar Kebangsaan Menuju Sanggau Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan”, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Sosialisasi ini menjadi momentum untuk kembali memperkuat fondasi kebangsaan di tengah masyarakat Sanggau yang hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang.
Susana menegaskan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi benteng bersama dalam menjaga persatuan dan mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik.
Menurutnya, pembangunan Kabupaten Sanggau tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan masyarakat yang cerdas, toleran, berintegritas, terbuka dan memiliki karakter kuat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Hoaks dan Provokasi Jadi Ancaman Persatuan
Di tengah derasnya arus informasi digital, Susana mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Berita bohong atau hoaks, provokasi dan ujaran kebencian, menurutnya, dapat menjadi pemicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.
Karena itu, masyarakat diminta ikut menjaga ruang publik agar tetap sehat dengan membiasakan diri menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Persatuan harus kita jaga bersama. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menjadi alasan untuk saling memecah,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Penguatan Kebangsaan Dikaitkan dengan Ancaman Karhutla
Dalam kegiatan tersebut, penguatan empat pilar kebangsaan juga dikaitkan dengan persoalan lingkungan, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Sanggau.
Susana mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan. Menurutnya, menjaga alam merupakan salah satu bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air.
Masyarakat juga didorong untuk membudayakan pembukaan lahan dengan cara yang aman serta menghindari pembakaran secara serampangan yang berpotensi memicu kebakaran, mengganggu kesehatan, merusak lingkungan dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.
Semangat gotong royong, lanjutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak berhenti sebagai slogan.
Merawat persatuan, menghormati perbedaan, menjaga lingkungan dan saling bergandengan tangan dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sanggau yang maju, berkelanjutan dan berkeadilan.
Susana berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Sanggau.
Sebab, menurutnya, Sanggau yang maju bukan semata-mata tentang pembangunan yang dapat dilihat secara fisik, melainkan juga tentang masyarakat yang mampu menjaga persatuan, menghormati keberagaman dan berdiri bersama dalam menghadapi berbagai tantangan.
