![]() |
| Wabup Sanggau Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Warga Tenggelam di Riam Sungai Laverna |
SANGGAU, IndoKalbarNews.com – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Madi, atau yang akrab disapa Bapak Makel, warga Dusun Tumbuk, Desa Pisang, Kecamatan Jangkang, yang berdomisili di Jalan Sutera.
Almarhum meninggal dunia setelah mengalami musibah tenggelam di kawasan Riam Sungai Laverna. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat yang mengenal almarhum.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Sanggau, kami turut berduka cita. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” ujar Wabup Susana, Senin (7/9/2026).
Apresiasi untuk Tim Gabungan
Susana juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.
“Terima kasih kepada Tim SAR Gabungan, TNI, Polri, BPBD, Damkar, para relawan, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah bahu-membahu. Semoga segala tenaga, pengorbanan, dan doa yang diberikan mendapat balasan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Menurutnya, proses pencarian dan penyampaian yang melibatkan berbagai elemen tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong masyarakat Sanggau dalam menghadapi musibah.
“Ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat menghadapi musibah, seluruh elemen dapat bersatu dan saling membantu. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga,” ujarnya.
Imbau Masyarakat Waspada Saat Beraktivitas di Sungai
Berkaca dari musibah tersebut, Wabup Susana mengimbau masyarakat Kabupaten Sanggau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, khususnya di kawasan riam dan aliran udara yang memiliki arus deras.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika berada di sekitar perairan.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, di antaranya:
1. Menghindari aktivitas menyelam di lokasi yang belum diketahui kondisi dasar perairannya.
2. Mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar sungai.
3. Menggunakan alat keselamatan seperti pelampung saat beraktivitas di udara.
4. Menghindari aktivitas di perairan seorang diri.
“Dengan adanya musibah ini, mari kita jadikan sebagai pengingat bersama. Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga sesama agar musibah serupa tidak kembali terulang di bumi Sanggau yang kita cintai,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Sanggau berharap imbauan tersebut dapat menjadi perhatian seluruh masyarakat. Dengan meningkatkan kepedulian dan kepedulian bersama, keselamatan warga saat beraktivitas di wilayah perairan diharapkan dapat terus terjaga.
