Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah

Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah

SANGGAU - Pemerintah Kabupaten Sanggau menyambut pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)-2 Tahun Akademik 2026/2027 Universitas PGRI Pontianak di Kabupaten Sanggau. Dalam kegiatan yang dihadiri sekaligus diarahkan oleh pemerintah daerah tersebut, mahasiswa calon pendidik diminta menjadikan pengalaman di sekolah sebagai ruang belajar untuk memahami tugas guru secara lebih luas.

Kegiatan PLP-2 menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sebelum terjun lebih jauh ke dunia pendidikan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mengenal lingkungan sekolah, membangun komunikasi, serta memahami tanggung jawab seorang pendidik.

Pemerintah Kabupaten Sanggau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas PGRI Pontianak yang memilih Kabupaten Sanggau sebagai salah satu tempat bagi mahasiswa untuk belajar dan mengabdi.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sanggau, disampaikan pula ucapan selamat datang kepada para mahasiswa dan dosen pendamping yang mengikuti rangkaian PLP-2.

Kehadiran mahasiswa di satuan pendidikan dinilai menjadi kesempatan penting untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kondisi nyata di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada calon guru mengenai berbagai tantangan yang akan mereka hadapi ketika nantinya menjalankan profesi sebagai pendidik.

Dalam arahannya, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada para kepala sekolah dan guru yang selama ini berada di garis depan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Peran guru disebut tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter, memberikan keteladanan, membangun nilai, serta menjadi sumber inspirasi bagi peserta didik.

Perubahan zaman dan perkembangan teknologi membuat dunia pendidikan terus mengalami dinamika. Namun, kehadiran teknologi tidak serta-merta menggantikan peran manusia dalam proses pendidikan.

“Teknologi dapat memberikan informasi, tetapi seorang guru memberikan keteladanan, nilai, kasih sayang, dan sentuhan kemanusiaan.”

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan kepada mahasiswa peserta PLP-2 agar memahami bahwa profesi guru memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas mengajar di depan kelas.

Mahasiswa juga diminta menjadikan pelaksanaan PLP-2 sebagai ruang belajar yang sesungguhnya. Mereka didorong untuk mengamati, memahami, dan mengambil pengalaman dari lingkungan sekolah tempat mereka menjalankan kegiatan.

Selain kemampuan menyampaikan materi, mahasiswa diingatkan untuk belajar mengenai kesabaran, empati, tanggung jawab, komunikasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kemampuan tersebut dinilai penting bagi calon pendidik karena tugas seorang guru berhubungan langsung dengan peserta didik, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dalam menjalankan kegiatan PLP-2, mahasiswa juga diminta menjaga integritas serta nama baik almamater. Sikap selama berada di lingkungan sekolah maupun masyarakat menjadi bagian dari proses pembentukan profesionalisme calon guru.

Mahasiswa diharapkan dapat menghormati adat istiadat dan kearifan lokal selama mengikuti program di Kabupaten Sanggau. Mereka juga diminta membangun komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, guru pamong, serta masyarakat di lingkungan tempat mereka menjalankan kegiatan.

Pesan tersebut menempatkan kegiatan PLP-2 bukan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi juga sebagai pengalaman sosial bagi mahasiswa. Kehadiran di sekolah diharapkan menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari berbagai situasi yang ditemui selama menjalankan tugas.

“Ketika kalian hadir untuk mengajar, pada saat yang sama kalian juga sedang belajar dari kehidupan.”

Pelaksanaan PLP-2 juga dipandang memiliki kaitan dengan kebutuhan mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Program tersebut menjadi salah satu bagian dari proses pembentukan calon pendidik yang memiliki kemampuan, karakter, integritas, dan semangat pengabdian.

Dalam konteks pembangunan, kegiatan tersebut disebut sejalan dengan upaya menuju Indonesia Emas 2045. Di tingkat daerah, penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari visi pembangunan Kabupaten Sanggau untuk mewujudkan Sanggau Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan.

Peningkatan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam visi tersebut. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dan satuan pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan juga diharapkan terus diperkuat. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, berintegritas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Bagi mahasiswa Universitas PGRI Pontianak yang mengikuti PLP-2, pengalaman di Kabupaten Sanggau diharapkan dapat menjadi bekal sebelum memasuki dunia profesi pendidikan secara lebih luas.

Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi para calon pendidik. Pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan mengajar, tetapi juga membentuk sikap dan karakter yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai guru.

Pesan utama yang disampaikan kepada para peserta PLP-2 adalah agar mereka tidak berhenti pada kemampuan mentransfer informasi. Calon guru diharapkan mampu menjadi sosok yang memberikan inspirasi bagi peserta didik.

“Jadilah guru yang memicu inspirasi, bukan hanya mentransfer informasi.”

Dengan mengikuti PLP-2, mahasiswa memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pendidikan berlangsung di lingkungan sekolah. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk memahami bahwa menjadi guru membutuhkan pengetahuan sekaligus keteladanan, tanggung jawab, empati, dan semangat pengabdian.

Pemerintah Kabupaten Sanggau berharap sinergi dengan Universitas PGRI Pontianak dan satuan pendidikan dapat terus berjalan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program PLP-2 pun diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan di Kabupaten Sanggau.
Baca Juga
Berita Terbaru
  • Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah
  • Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah
  • Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah
  • Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah
  • Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah
  • Pemkab Sanggau Sambut PLP-2 Universitas PGRI Pontianak, Mahasiswa Diminta Belajar dari Sekolah
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad