![]() |
Bulog Sintang Salurkan 853 Ton Beras SPHP Selama 2026, Masyarakat Diminta Lapor Jika Kualitas Tidak Sesuai |
Sintang, IndoKalbarNews.com – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Sintang mencatat telah menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 853.580 kilogram selama tahun 2026 untuk wilayah Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Penyaluran beras SPHP tersebut dilakukan melalui berbagai jalur distribusi resmi guna memastikan program stabilisasi harga pangan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Beberapa saluran distribusi yang digunakan antara lain Toko Binaan Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Rumah Pangan Kita (RPK), kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah, serta melalui Outlet BUMN dan KDMP.
Kepala Perum Bulog Cabang Sintang, Ahmad Aminudin, menegaskan bahwa pihaknya selalu memastikan kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap komoditas beras SPHP yang akan keluar dari gudang Bulog terlebih dahulu melalui proses pengecekan oleh petugas guna memastikan kualitasnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Untuk memastikan kualitas beras SPHP yang disalurkan kepada masyarakat tetap baik, sebelum komoditas keluar dari gudang petugas melakukan pengecekan terlebih dahulu agar sesuai standar,” jelas Ahmad Aminudin.
Bulog juga memberikan jaminan kepada masyarakat apabila menemukan beras SPHP dengan kualitas yang tidak sesuai standar atau kurang baik. Masyarakat di Kabupaten Sintang dipersilakan untuk menukarkan beras tersebut melalui jaringan atau gudang Bulog.
“Kami berharap masyarakat maupun jaringan Bulog segera melapor jika menemukan beras yang tidak sesuai. Kami memiliki tim pemantau SPHP, laporan bisa disampaikan melalui jaringan atau gudang Bulog. Kami siap menukar atau mengganti beras tersebut,” tegasnya.
Program SPHP sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga. Dengan distribusi yang masif melalui berbagai saluran, Bulog berharap program ini dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau serta kualitas yang terjamin.
(Libertus)
