![]() |
Coffee Morning Kapolres Sanggau, Isu PETI dan Narkoba Jadi Sorotan Media. |
SANGGAU, IndoKalbarNews.com – Isu Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan peredaran gelap narkoba menjadi perhatian dalam Coffee Morning Kapolres Sanggau bersama pejabat utama Polres Sanggau dan insan pers di Warkop Menyadik Sanggau, Jalan A. Yani, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan awak media untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Forum ini juga digelar sebagai bagian dari tindak lanjut Program Prioritas Kapolri melalui semangat 100 Hari Polisi Bersama Masyarakat.
Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., hadir bersama Kasat Lantas Polres Sanggau Iptu Andiet Tri Hatmojo, S.H., Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto dan Kasi Humas Polres Sanggau Ipda T.M. Pakpahan.
Dalam sambutannya, Kadek Ary menyampaikan apresiasi kepada awak media yang hadir. Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam membantu kepolisian menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi terhadap berbagai persoalan di lapangan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah hadir. Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang terbuka, sekaligus memperkuat kemitraan antara Polres Sanggau dengan insan pers,” ujar Kadek Ary.
Ia menegaskan, polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Informasi, kritik dan masukan dari masyarakat maupun media dibutuhkan sebagai bahan evaluasi serta deteksi dini terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
“Polisi tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan informasi, masukan dan kritik dari masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui rekan-rekan media. Dengan komunikasi yang baik, persoalan yang berkembang dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” katanya.
PETI dan Narkoba Jadi Perhatian
Dalam sesi diskusi, sejumlah awak media menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Sanggau.
Salah satu isu yang mengemuka adalah aktivitas **PETI** yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Awak media menyoroti dampak aktivitas pertambangan ilegal terhadap lingkungan dan masyarakat serta pentingnya penanganan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Persoalan narkoba juga mendapat perhatian. Awak media menilai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba membutuhkan sinergi antara kepolisian, masyarakat dan media.
Menanggapi masukan tersebut, Kadek Ary menegaskan setiap informasi yang disampaikan media akan menjadi bahan bagi kepolisian untuk mengetahui persoalan yang berkembang di masyarakat.
Namun, ia menekankan perlunya verifikasi dan pendalaman terhadap setiap informasi sebelum dilakukan tindakan.
“Setiap informasi dan pengaduan masyarakat merupakan masukan yang penting bagi kami. Namun, tentunya diperlukan konfirmasi dan pendalaman agar fakta permasalahan menjadi jelas. Jika berkaitan dengan tugas kepolisian, akan kami arahkan kepada satuan fungsi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur,” jelasnya.
Terkait PETI, Kapolres mengatakan informasi yang disampaikan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pendalaman dan koordinasi dengan satuan fungsi maupun instansi terkait.
Sementara terkait narkoba, ia menekankan pentingnya informasi dari masyarakat sebagai salah satu dukungan dalam upaya pencegahan maupun pemberantasan peredaran gelap narkotika.
Media Diminta Kedepankan Akurasi
Selain membahas persoalan kamtibmas, Kapolres juga mengingatkan insan pers agar tetap mengedepankan akurasi, keberimbangan dan verifikasi dalam setiap pemberitaan.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan, terlebih jika menyangkut isu keamanan dan persoalan sosial yang sensitif.
Karena itu, ia membuka ruang bagi media untuk melakukan konfirmasi dan menyampaikan kritik maupun masukan secara konstruktif kepada Polres Sanggau.
Masukan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan profesional, transparan dan bertanggung jawab.
Para awak media pun menyambut positif pelaksanaan Coffee Morning tersebut. Mereka berharap komunikasi dan koordinasi dengan Polres Sanggau dapat dilakukan secara berkelanjutan, terutama dalam memperoleh informasi maupun klarifikasi terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik.
Kapolres Sanggau berharap Coffee Morning tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi forum komunikasi yang dapat memperkuat hubungan kepolisian, media dan masyarakat.
“Kami berharap komunikasi seperti ini terus berjalan. Jika ada informasi, persoalan atau masukan dari masyarakat, mari kita komunikasikan dan cari langkah terbaik sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” tuturnya.
Melalui komunikasi yang lebih terbuka, Polres Sanggau dan insan pers diharapkan dapat memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan, meningkatkan kualitas informasi publik serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sanggau.
