![]() |
Remaja Perempuan 13 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas, Sempat Bermain di Atas Bebatuan |
SANGGAU, IndoKalbarNews.com – Seorang remaja perempuan berinisial MRS (13), warga Dusun Sumber Baru, Desa Belangin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kapuas, Senin (24/8/2026).
Korban ditemukan di kawasan Sungai Obak, Desa Belangin, sekitar pukul 10.45 WIB. Sebelumnya, MRS dilaporkan tenggelam saat bermain dan mandi bersama dua orang temannya.
Peristiwa tersebut diketahui Polsek Kapuas sekitar pukul 10.00 WIB setelah menerima laporan mengenai seorang perempuan yang tenggelam di Sungai Kapuas. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Kapuas langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung proses pencarian dan penanganan kejadian.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, korban bersama dua orang temannya berangkat dari rumah di Dusun Sumber Baru sekitar pukul 09.00 WIB. Ketiganya kemudian menuju kawasan Sungai Obak untuk mandi dan bermain di Sungai Kapuas.
Saat kejadian, kondisi Sungai Kapuas sedang mengalami pendangkalan akibat musim kemarau. Korban bersama kedua temannya bermain di sekitar bebatuan yang muncul di tengah aliran sungai.
Namun, ketika berada di atas bebatuan tersebut, korban diduga terpeleset dan jatuh ke bagian sungai yang lebih dalam.
Salah seorang teman korban yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga bersama-sama melakukan pencarian di sekitar lokasi hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan medis terhadap korban.
Dini Septianingsih, A.Md.Kep., petugas medis Puskesmas Belangin Tiga, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal dunia akibat gangguan pernapasan karena kekurangan oksigen setelah tenggelam.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, S.H., mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan awal serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sanggau dalam proses pencarian korban.
Polisi juga melakukan pendataan dan meminta keterangan dari saksi maupun pihak keluarga untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut dapat diketahui secara jelas.
“Dari keterangan yang kami peroleh, korban datang bersama dua orang temannya untuk bermain dan mandi di Sungai Kapuas. Korban kemudian diduga terpeleset ketika berada di bebatuan yang muncul akibat kondisi air sungai yang sedang surut,” kata Iptu Marianus.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di sekitar sungai.
Menurutnya, kawasan sungai yang memiliki bebatuan maupun bagian yang mengalami pendangkalan tidak serta-merta aman untuk dijadikan tempat bermain atau berenang. Kondisi sungai saat musim kemarau memang membuat permukaan air terlihat surut, tetapi tetap dapat menyimpan berbagai risiko, seperti perubahan kedalaman, arus, serta dasar sungai yang licin dan tidak terlihat.
Pihak keluarga korban telah menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah dan tidak menyalahkan maupun menuntut pihak mana pun. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Setelah proses penanganan dan pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Polsek Kapuas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar Sungai Kapuas, terutama anak-anak dan remaja.
Kepolisian juga akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa serta pemerintah desa untuk memberikan edukasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai keselamatan beraktivitas di sekitar sungai.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.
