Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades

Foto Animasi: Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades

Sanggau, IndoKalbarNews - Cerita Dan Fakta kelam mencuat dibalik aksi pembakaran sejumlah lanting jek berikut aksesorisnya, yang diduga digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Buayan, Desa Pampang Dua, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalbar. 

Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/7/2026) itu disebut merupakan puncak akumulasi keresahan warga terhadap aktivitas PETI yang diduga telah terjadi di kawasan sungai tersebut. Warga menilai aktivitas penambangan ilegal telah mencemari Sungai Buayan dan berdampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada aliran sungai tersebut.

Dari peristiwa tersebut, Muncul Dua nama politisi aktif di dua evolusi Yakni FT Oknum Anggota DPRD dan M Oknum Kades keduanya diduga menjadi pihak yang ikut menjadi beking sekaligus pihak yang diduga memprovokasi warga pelaku yang membuat meskipun kedua oknum disebut juga sebelumnya menerima jatah upeti dari aktivitas ilegal menggali emas tanpa izin tersebut. Dari sumber informasi tersebut, jumlahnya upeti mencapai puluhan juta rupiah.

"Tiga bulan belakangan ini kami setor kepada pak dewan Rp 500.000 per lanting, sedangkan kades sama juga Rp 500.000 per lanting," Kata Sumber media ini yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia menuturkan, beberapa bulan lalu pekerjaan ini (PETI) lancar tanpa hambatan dan semua pihak sepakat untuk melakukan pekerjaan penambangan. Tragedi bermula saat salah satu koordinator pemungut Upeti menggelapkan uang pungutan yang harusnya disetor kepada dua orang tersebut (oknum anggota DPRD dan Oknum Kades), hal itu diduga membuat keduanya marah dan memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindakan pembakaran.

“Saat kami sampaikan hal itu (penggelapan uang setoran) kepada pak dewan dan pak kades, mereka marah dan mengancam melaporkan aktivitas penambangan kepada polisi,” Tuturnya.

Cerita selanjutnya, menurut sumber tersebut Oknum Anggota DPRD dan Kades diperkirakan mengumpulkan warga dan mengumpulkan warga untuk melakukan tindakan pembakaran terhadap tiga lanting jek emas berikut aksesorisnya sebagai bukti kemarahannya.

"Itu yang dibakar punya keluarga saya, padahal ada 20 set selain itu yang beroperasi dekat situ, tapi hanya 3 yang dibakar. Kalau mau, bakar semua biar semua berhenti," ungkapnya dengan nada kesal.

Dihubungi secara terpisah, Anggota DPRD Sanggau berinisial FT menyampaikan agar para pihak untuk mencari kebenaran informasi yang tersebar terkait permasalahan PETI yang terjadi di Meliau.
"Jangan memberitakan yang belum tentu benar,coba langsung cek dan datang ke TKP (Meliau/Red) seperti apa kronologis peristiwa sebenarnya,"Kata TF melalui Pesan Whatsapp kepada media ini Jumat 24/7/20126.

FT juga menyampaikan dirinya sudah melakukan klarifikasi terhadap permasalahan keterlibatan dirinya terkait PETI Meliau dan juga sudah Ditayangkan website DPRD Kabupaten Sanggau.
"Saya sudah melakukan klarifikasi terkait ini,
Coba lihat di web DPRD sebelum peristiwa tersebut,"Pungkas FT singkat.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades
  • Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades
  • Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades
  • Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades
  • Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades
  • Dibalik Pembakaran Lanting PETI di Meliau, Muncul Dugaan Upeti Libatkan Oknum Anggota DPRD dan Kades
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad